Kamis, 07 Mei 2026

PRAKTIKUM MIKROTIK (KELOMPOK 4)

1. Pengertian MikroTik

MikroTik merupakan sistem operasi sekaligus perangkat jaringan yang digunakan untuk mengelola dan mengatur jaringan komputer agar dapat berjalan dengan baik. MikroTik sering digunakan di sekolah, kantor, maupun penyedia layanan internet karena memiliki banyak fitur jaringan yang lengkap.

Beberapa fungsi MikroTik antara lain:

  • Membagi koneksi internet ke banyak pengguna
  • Mengatur penggunaan bandwidth
  • Membuat jaringan hotspot
  • Mengamankan jaringan dengan firewall
  • Mengatur routing jaringan

Untuk melakukan konfigurasi, MikroTik biasanya diakses menggunakan aplikasi bernama Winbox.

2. Pengertian Winbox

Winbox adalah aplikasi dengan tampilan grafis (GUI) yang digunakan untuk mengkonfigurasi router MikroTik secara mudah dan praktis tanpa harus menggunakan perintah terminal.

Fungsi utama Winbox:

  • Menghubungkan dan login ke router MikroTik
  • Mengatur IP Address
  • Mengkonfigurasi koneksi internet
  • Membuat dan mengatur hotspot
  • Melakukan monitoring jaringan

3. Langkah Login ke MikroTik Menggunakan Winbox

  1. Hubungkan komputer atau laptop ke router MikroTik menggunakan kabel LAN.
  2. Jalankan aplikasi Winbox pada komputer.
  3. Buka menu Neighbors untuk mendeteksi perangkat MikroTik yang tersedia.
  4. Pilih router melalui MAC Address atau IP Address yang muncul.
  5. Masukkan username dan password router.
  6. Klik tombol Connect untuk masuk ke halaman konfigurasi MikroTik.

4. Tahapan Konfigurasi Dasar MikroTik

  1. Sambungkan adaptor power ke perangkat MikroTik agar router dapat menyala dengan normal.
  2. Hubungkan kabel LAN dari modem atau sumber internet (ISP) ke port Ether1 pada MikroTik.
  3. Sambungkan laptop atau komputer server ke port Ether2 menggunakan kabel LAN.
  4. Unduh aplikasi Winbox sebagai alat untuk melakukan konfigurasi router MikroTik.
  5. Jalankan aplikasi Winbox yang telah berhasil diunduh.
  6. Pada halaman Winbox, pilih atau masukkan MAC Address router MikroTik, kemudian lakukan login untuk masuk ke menu konfigurasi. 
  7. Reset IP yang ada sebelumnya.
  8. Masuk ke menu Interface untuk mengganti nama Ethernet 1 menjadi "ISP kayla" dan Ether 3 menjadi "server mega" agar lebih mudah dikenali.


  9.  Konfigurasi Jaringan Lokal


  10.  konfigurasi DHCP server 

  11. Hasil praktikum  









Rabu, 06 Mei 2026

Praktikum mikrotik individu

 

Tujuan Praktikum

  1. Mengenal cara mengunduh, memasang, dan menjalankan aplikasi Winbox sebagai media konfigurasi router MikroTik.

  2. Memahami fungsi tiap interface (port) pada router dan cara mengganti namanya agar lebih mudah dikenali.

  3. Mampu memasang IP Address secara manual pada jaringan lokal (LAN).

  4. Memahami cara kerja DHCP Client — yakni fitur yang membuat router otomatis mendapat IP dari ISP.

  5. Bisa membuat DHCP Server sendiri agar perangkat client mendapat IP secara otomatis.

  6. Mengetahui cara memeriksa keberhasilan konfigurasi lewat IP Pool.


Alat dan Bahan

  1. Laptop / PC sebagai perangkat konfigurasi
  2. Router MikroTik
  3. Kabel LAN (UTP)
  4. Koneksi ISP (Internet Service Provider)
  5. Aplikasi Winbox

Langkah-Langkah Praktikum

1. Mengunduh Winbox

Pertama, lakukan pengunduhan aplikasi Winbox versi Windows melalui website resmi MikroTik.

Tujuan:
Agar menggunakan software yang resmi, aman, dan kompatibel untuk konfigurasi router.

2. Ekstrak File Winbox

Setelah file berhasil diunduh, lakukan ekstraksi (extract) terhadap file tersebut.

Tujuan:
Supaya file aplikasi dapat dijalankan dengan normal.

3. Menjalankan Aplikasi Winbox

Buka file Winbox.exe dengan cara klik dua kali.

Tujuan:
Untuk masuk ke aplikasi yang digunakan sebagai media konfigurasi MikroTik.

4. Menghubungkan Perangkat

Pastikan ISP, router, dan laptop sudah terhubung dengan benar:

  • Port 1 → ISP
  • Port 2 → Laptop (server)

Setelah itu, pada Winbox akan muncul daftar perangkat MikroTik. Klik 2 kali pada perangkat yang memiliki identity MikroTik.

Tujuan:
Agar Winbox dapat terkoneksi ke router dan siap dikonfigurasi.

5. Mengganti Nama Interface Ether1

Masuk ke menu Interfaces, lalu ubah nama ether1 menjadi ISP TJKT, kemudian klik Apply dan OK.

Tujuan:
Untuk mempermudah identifikasi bahwa interface ether1 digunakan sebagai jalur internet (ISP).



6. Mengganti Nama Interface Ether2

Ubah nama ether2 menjadi Server, lalu klik Apply dan OK.

Tujuan:
Untuk mempermudah identifikasi bahwa interface ether2 digunakan sebagai jalur jaringan lokal (server/LAN).







Hasil Praktikum

Setelah dilakukan konfigurasi, router Mikrotik berhasil terhubung dengan ISP yang ditandai dengan munculnya IP Address pada interface ISP TJKT melalui DHCP Client. Selain itu, interface Server juga telah memiliki IP Address sesuai dengan konfigurasi jaringan lokal.

DHCP Server yang dibuat pada interface Server berjalan dengan baik, sehingga mampu menyediakan layanan pembagian IP secara otomatis kepada client. Hal ini dibuktikan dengan munculnya IP Pool yang berisi range alamat IP yang siap didistribusikan dalam jaringan.

Dengan demikian, konfigurasi dasar jaringan telah berhasil dilakukan dan sistem siap digunakan untuk tahap praktikum selanjutnya.




PRAKTIKUM MIKROTIK (KELOMPOK 4)

1. Pengertian MikroTik MikroTik merupakan sistem operasi sekaligus perangkat jaringan yang digunakan untuk mengelola dan mengatur jaringan ...