Rabu, 26 November 2025

Memahami jaringan fiber optic.

 

Jaringan fiber optik adalah sistem komunikasi yang menggunakan kabel serat kaca yang dimana sebagai media transmisi data. Berbeda dengan kabel tembaga, fiber optik mengirimkan informasi dalam bentuk pulsa cahaya melalui inti kaca kecil (core). Sehingga mampu mentransmisikan data sangat cepat dengan kapasitas besar. Sinyal listrik pada perangkat sumber (transmitter) diubah menjadi sinar cahaya oleh LED atau laser, lalu merambat sepanjang inti kabel (core) dengan pantulan total internal di antara lapisan inti dan selubung (cladding). Proses ini membuat data mencapai ujung tujuan dengan gangguan minimal.

Prosesnya sederhana sebagai berikut:

  • Transmisi cahaya: Data diubah menjadi pulsa cahaya oleh LED/laser dan masuk ke inti fiber.
  • Pantulan internal sempurna: Cahaya dipantulkan sepanjang inti karena selubung memiliki indeks bias lebih rendah dan tidak menyerap cahaya.
  • Penerimaan sinyal: Di ujung kabel, sinyal cahaya ditangkap oleh detektor (penerima) dan diubah kembali menjadi sinyal listrik.

Struktur Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik terdiri dari beberapa lapisan pelindung yang tersusun dari dalam ke luar. Inti (core) adalah pusat transmisi cahaya. Umumnya terbuat dari gelas murni dengan diameter sangat kecil dan berfungsi sebagai jalur perambatan cahaya. Selubung cladding mengelilingi inti dengan indeks bias lebih rendah sehingga sinar tetap terpantul di dalam inti. Lapisan berikutnya berupa buffer/coating (pelapis plastik elastis) yang melindungi inti dan cladding dari kerusakan fisik serta kelembapan. Di bagian terluar terdapat jacket (pelindung luar) dan strength member (elemen penguat) yang melindungi kabel dari tekanan mekanis dan gangguan cuaca.

  • Inti (Core): Bahan kaca transparan sebagai media perambatan cahaya, diameternya hanya beberapa mikrometer.
  • Cladding (Selubung): Lapisan gelas dengan indeks bias lebih rendah untuk memantulkan cahaya kembali ke inti.
  • Coating/Buffer: Lapisan plastik elastis pelindung inti dan cladding dari gangguan fisik (lenturan, kelembapan).
  • Jacket Luar: Pelapis terluar yang kokoh untuk menjaga kabel dari cuaca, tekanan, dan kerusakan lingkungan.

Sejarah Singkat Teknologi Fiber Optik

Teknologi fiber optik pertama kali dipatenkan oleh ilmuwan Corning, yaitu Robert Maurer, Peter Schultz, dan Donald Keck, pada tahun 1970. Mereka berhasil membuat gelas murni dengan tingkat kehilangan cahaya yang sangat rendah. Memungkinkan transmisi optik jarak jauh tanpa repeater dalam jumlah banyak. Penemuan ini membuka era baru komunikasi telekomunikasi. Dengan Fiber optik 65.000 kali lebih cepat membawa informasi dibanding kabel tembaga konvensional. Sejak saat itu, fiber optik terus dikembangkan hingga menjadi tulang punggung jaringan global. Saat ini, jutaan kilometer kabel fiber sudah terpasang di seluruh dunia dan menjadi dasar konektivitas internet, telekomunikasi, dan TV kabel modern.

Fungsi dan Manfaat Jaringan Fiber Optik

Fiber optik memiliki berbagai fungsi utama dalam infrastruktur telekomunikasi dan jaringan data:

  • Konektivitas Internet Berkecepatan Tinggi: Fiber menyediakan bandwidth sangat besar, sehingga memungkinkan Internet rumah atau perusahaan hingga streaming IPTV dengan kecepatan gigabit.
  • Backbone ISP dan Jaringan Telekomunikasi: Kabel fiber menghubungkan kota dan negara secara nasional maupun internasional, mendukung transfer data dalam jumlah masif (suara, video, data) tanpa delay signifikan.
  • Jaringan Perusahaan (LAN & MAN): Di area kantor atau kampus, fiber optik dipakai untuk menghubungkan switch jaringan, server, dan data center karena latency rendah dan stabilitas tinggi.
  • Industri dan Infrastruktur Kritikal: Dalam lingkungan industri, minyak & gas, atau pembangkit listrik, fiber optik tahan terhadap gangguan elektromagnetik dan cuaca, sehingga digunakan dalam kontrol proses dan SCADA.
  • Jaringan Fiber to the Home (FTTH/FTTB): Di sektor rumah tangga, fiber optik menyediakan akses Internet super cepat langsung ke rumah atau gedung (FTTH/FTTB), mendukung layanan video call, smart home, dan hiburan tanpa hambatan.
  • Sistem TV Kabel (CATV): Fiber optik digunakan di backbone TV kabel (CATV) dan FTTx/CATV, menggantikan sistem koaksial untuk mengalirkan konten digital berkualitas tinggi ke pelanggan.

Sebagai contoh, fiber optik mampu menyediakan Internet berkecepatan sangat tinggi yang penting bagi kelancaran aktivitas bisnis dan hiburan digital.

Sumber: https://falcom-technology.com/article/mengenal-jaringan-fiber-optik-fungsi-kelebihan-kekurangan-dan-cara-kerjanya/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

  Berikut penjelasan  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik  yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi...